Foto bersama dengan jajaran Rektor dan dosen UNIDA Gontor
Tak asing dengan kata “Mahasantri” bukan? Ya, Mahasiswa Plus
Santri. Mahasantri adalah berasal dari kata MAHA yang artinya segalanya, besar
atau agung. Nah kata santri mempunyai arti seseorang yang mendalami ilmu
agama disuatu lembaga pondok pesantren. Jadi
arti kata mahasantri sendiri adalah seseorang yang mendalami ilmu agama di
suatu lembaga pondok pesantren yang bernotaben dari mahasiswa. Kegiatannya pun tidak
jauh berbeda dengan santri santriwati
biasanya, jam 4 pagi sudah siap-siap bangun untuk menunaikan ibadah shalat
shubuh dan magrib, hal ini wajib bagi setiap mahasantri mengikutinya kalaupun
ada yang tidak mengikuti jamaah akan ada sanksi tersendiri, setelah shalat jamaah
dilanjutkan dengan shollu apa itu shollu ?
Shollu merupakan singakatan dari shobahul lughoh dimana para
maahsantri belaja berbahasa
inggris dan arab yang baik yang diajaran oleh para musyrif-musyrifah.Selesai
dengan kegiatan itu para mahasantri belajar ta'lim afkar danal qur'an dan sesudah kegiatan itu pukul 07.30 WIB. Setelah
itu para mahasantri bisa melanjutkan kewajiban sebagai mahasiswa.
Disela-sela kuliah reguler mahasiswa bisa tashih Al-quran nah ininih syarat
buat mahasantri agar bisa mengikuti ujian tengah semester maupun ujian akhir,
para mahasantri dituntut untuk aktif dalam mengikuti kegiatan tersebut. Mungkin bagi yang baru dengar dengan sebutan Mahasantri ini pasti
terbayangnya super sibuk. Memang sih, tapi jangan salah sibuknya mahasantri itu
nyambil belajar dan mendalami ilmu agama. Mengapa harus belajar ilmu agama?
Inilah ulasan kenapa harus belajar ilmu agama:
Yang pertama Karena orang
yang mempelajari ilmu agama itu yang paling takut kepada Allah Ta’ala. Kalau
dia takut kepada Allah, tentu ia tidak akan menjadi koruptor dan melakukan
kejahatan yang lainnya. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya
hanyalah para Ulama“(Q.S. Fathir: 28)
Kedua, dalam mendalami
ilmu agama, adalah jalan menuju surga. “Barangsiapa yang menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan
baginya jalan menuju surga dengan amalannya ini” (HR. Muslim)
Ketiga, menjadi baik
dengan hanya dengan ilmu agama. Tanpa ilmu agama, mahasiswa tidak akan baik,
profesor tidak akan menjadi baik, Contohnya saja orang yang paham agama tahu
bahwa mengambil harta dengan cara yang tidak baik itu dilarang. Demikian karena
Nabi shalallahu a’laihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, maka Allah pahamkan
baginya agamanya” (HR. Muslim).
Walau belajar agama itu penting, jangan berhenti kuliah!
Mengapa?
1.
Jihad
saja butuh ridha orang tua, apalagi perkara menuntut ilmu ini.
2.
Jangan
buat menangis orang tua.
3.
Ridha
orang tua yang didahulukan, belajar agama tidak hanya di pondok.
4.
Ingat
doa orang tua mustajab, khususnya Ibu.
Jangan lupakan keikhlasan dalam belajar
Karena apa saja yang ikhlas pasti amalannya jadi langgeng. Ingatlah
kata Imam Malik, “Maa kaana lillahi yabqo (apa saja yang dilakukan ikhlas
karena Allah, pasti akan langgeng).” Perkataan tersebut muncul saat beliau
ingin menulis kitab yang begitu masyhur yaitu Al-Muwatha‘.
Lalu bagaimana disebut ikhlas dalam belajar?
1. Belajar untuk memperbaiki diri.
2. Belajar untuk memberi manfaat kepada orang lain.
3. Belajar untuk mencari ilmu, biar ilmu Islam ini tetap ada.
4. Belajar untuk mengamalkan ilmu.
Nah itulah beberapa ulasan mengapa harus belajar ilmu agama, semoga
bermanfaat J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar